". . Aku mengabdikan seluruh hidupku hanya untuknya . ."
. . . .
. . . .
Langit merah itu masih membayangi langkahnya yang rapuh . .
Rintihan langit semakin membuatnya pilu . .
Janji itu, akhirnya pupus oleh waktu . .
Ditelan oleh ombak salju dan mencair dalam kelabu . .
Dia takkan mungkin lupa akan peristiwa yang memutuskan benang merah takdir dengan 'nya'. .
Saat dimana dunia seakan melahap habis seluruh harapannya. .
Hatinya sudah lama membeku . .
Tetapi jiwanya tak pernah padam . .
Berkali-kali ia terjatuh, kemudian berusaha bangkit . .
Dengan hanya berbekal setitik harapan dan kenangan bersamanya . .
Satu kalimat yang selalu dapat mengobarkan api dalam dirinya , . .
". .Aku takkan mati sebelum kurebut dirinya kembali, itu pasti. ."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar