Sweet Home

Senin, 11 April 2011

"Sketch of Destiny : Prologue"

". . Aku mengabdikan seluruh hidupku hanya untuknya . ."

. . . .
. . . .
Langit merah itu masih membayangi langkahnya yang rapuh . .
Rintihan langit semakin membuatnya pilu . .

Janji itu, akhirnya pupus oleh waktu . .
Ditelan oleh ombak salju dan mencair dalam kelabu . .

Dia takkan mungkin lupa akan peristiwa yang memutuskan benang merah takdir dengan 'nya'. .
Saat dimana dunia seakan melahap habis seluruh harapannya. .

Hatinya sudah lama membeku . .
Tetapi jiwanya tak pernah padam . .

Berkali-kali ia terjatuh, kemudian berusaha bangkit . .
Dengan hanya berbekal setitik harapan dan kenangan bersamanya . .

Satu kalimat yang selalu dapat mengobarkan api dalam dirinya , . .

". .Aku takkan mati sebelum kurebut dirinya kembali, itu pasti. ."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar