Udara sangat dingin malam ini . .
Tapi kupikir, semua malam memang selalu dingin . .
Disekelilingku hanya ada gelap dan sunyi yang mewarnainya . .
Aku masih tetap terjaga di sebuah balkon di rumahku . .
Aku menyapukan satu sisi tanganku ke tanganku yang lainnya . .
"Hangat . ."
Lagi-lagi, aku menatap ke langit . .
Mencari sesuatu yang terang disana . .
"Tuan Bulan sangat cemerlang malam ini . ."
. . . .
Aku menggeser sedikit kepalaku dari bulan yang ada di atasku . .
Aku tersenyum . .
"Hari ini, dia ada . ."
'Siapa?'
"Sang bintang yang menemani tuan bulan!"
Aku tersenyum . .
Dan dia melihat kelangit yang ada di atas kami, tersenyum . .
'Sepi, bukan berarti sendiri . .
Gelap bukan berarti tak ada secercah cahaya . .
Dingin bukan berarti 'kosong' . .'
"Kau benar . ."
Sekelilingku mulai menjadi buram . .
Seluruh tenaga yang tersisa di tubuh ini tiba-tiba serasa menghilang . .
'Nah, . . Have A Nice Dream . .'