Sweet Home

Sabtu, 13 November 2010

. .Sepi. .

Hari ini tak ada secercah cahaya pun. .
Yang muncul dari balik lembayung senja..
Tak ada suara tawa yang terngiang di batas cakrawala. .
Semua orang menundukkan kepala. .
Semua orang saling bergenggaman tangan. .
Dan berkata. . kau tak sendiri. .

1 bulan yang lalu. .
Kaki kecilnya masih berlarian. .
Mengejar harapan hampa. .
Tangan sucinya masih mencoba meraih. .
Lingkaran hangat yang menutup diri padanya. .
Senyum manis itu masih terlukis di wajah. .
Yang sebenarnya perih. .sakit. .pilu. .
“Aku. . Sendirian. .”

1 bulan yang lalu. .
Ia memanggil kami dengan suara lembutnya. .
Menyokong kami dengan sisa tenaganya. .
Walau dunia berkali-kali. .
Menjatuhkannya ke tempat terendah. .
Dengan terus menggenggam harapan yang terasa menyesakkan. .
Ia berkata, “Aku hanya ingin semua bahagia. .”

1 bulan yang lalu. .
Gadis pembawa lentera itu. .
Masih menghembuskan napas kehidupan. .
Masih menyalakan api jiwa semangat. .
Masih meneriakkan kepada dunia yang bekali-kali. .
Menghujamnya dengan seribu pedang. .
Mengapa ia masih bisa berkata, “Ayo Semangat. .” ?

Hari ini air mata membanjir seisi dunia. .
Langit pun menangis mellihat sosoknya. .
Yang semakin memudar. .
Aku berada dibarisan depan. .
Mendekap erat sebuah karangan bunga. .
Tersenyum dan berkata. .
“Terima Kasih. . Kau tidak sendiri. .”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar